Demi Allah, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Jaga Sumpah Prajurit Hingga Liang Lahad

Demi Allah, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Jaga Sumpah Prajurit Hingga Liang Lahad
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat menghadiri deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: YouTube/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku terus memegang Sumpah Prajurit yang dia ucapkan saat mulai berdinas sebagai tentara 38 tahun silam.

Tokoh kelahiran 13 Maret 1960 itu menyatakan bahwa kesetiaannya pada  Sumpah Prajurit akan bertahan sampai suara salvo mengantarnya ke liang lahad.

Gatot menyampaikan itu saat berorasi pada deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa(18/8).

"Jika hari-hari berselang kita mendengar kisah yang katanya keberhasilan nyata, izinkan kami menyampaikan sudut pandang kami, rakyat kebanyakan, tentang apa yang kami alami dan rasakan saat ini," kata Gatot yang dipercaya masuk Presidium KAMI bersama Din Syamsuddin dan Rochmat Wahab.

Mantan tentara asal Tegal, Jawa Tengah itu menegaskan, KAMI ingin menjadikan peringatan HUT ke-75 RI sebagai momentum untuk jujur apa yang belum benar atau bahkan yang masih keliru dari negeri ini.

"Sebagai mantan prajurit TNI, 38 tahun lalu saat mengawali dinas keprajuritan secara sukarela saya bersumpah, demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia pada NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," kata Gatot.

Alumnus Akademi Militer (Akmil) 1982 itu menambahkan, dirinya tak pernah mencabut Sumpah Prajurit.

"Sumpah yang akan terus melekat pada setiap prajurit hingga bunyi tembakan salvo mengantarkannya ke liang lahad," tegasnya.

Gatot Nurmantyo menegaskan sumpah setia kepada NKRI tidak akan pernah dicabut sampai bunyi tembakan salvo mengantar ke liang lahat. Gatot menegaskan kesetiaan kepada Pancasila.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News