Demo Masak

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Demo Masak
Pembuatan minyak kelapa dalam acara demo masak tanpa minyak goreng yang diselenggarakan PDIP, Senin (28/3). Ilustrasi. Foto: Dea Hardianingsih/JPNN.com.

jpnn.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia) melakukan demonstrasi di Patung Kuda, Jakarta (28/3). 

Pada saat yang bersamaan, elite-elite PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) berkumpul mengikuti demonstrasi di kantor pusat di Lenteng Agung, Jakarta.

Sama-sama demo tetapi tujuannya berbeda. BEM SI melakukan demonstrasi politik dengan berorasi di depan mahasiswa sambil meneriakkan sejumlah protes dan tuntutan politik, termasuk memprotes kelangkaan minyak goreng. 

Demo di Lenteng Agung bukan demo politik, tetapi demo memamerkan cara memasak tanpa minyak goreng.

Dua even yang sama dengan simbolisasi yang berbeda dan bahkan kontras. Kalau seseorang menyebut kata ‘’demo’’ maka konotasi bisa dua macam, yaitu demo mahasiswa yang sudah hampir pasti demo politik, dan demo masak yang biasanya dihadiri oleh emak-emak di kelurahan.

Namun, kali ini yang terjadi sungguh unik, kalau tidak disebut absurd. PDIP yang notabene adalah the ruling party, partai penguasa, menyelenggarakan demo masak yang dihadiri oleh elite-elite PDIP. 

Terlihat hadir, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukamdani, serta Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Acara dipandu oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Tina Toon. 

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membuka dan memberi sambutan pada acara demo masak itu.

PDIP menggelar demo memasak tanpa minyak goreng. BEM SI menggelar demo politik, salah satunya memprotes kelangkaan migor. Sama-sama demo, tetapi beda tujuan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News