Depati Parbo dan Hikayat Perang Kerinci

Depati Parbo dan Hikayat Perang Kerinci
Patung Depati Parbo di pusat kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi. Foto: Wenri Wanhar/JPNN.com

Kini, Belanda memfokuskan serangan ke Lolo Kecil, basis perjuangan rakyat Kerinci yang dipimpin Depati Parbo.

Pertempuran Lolo

Pecahlah pertempuran. Meski persenjataan pihak Belanda lebih mumpuni, perang berlangsung sengit. Berhari-hari.

Bersenjatakan keris, pedang dan tombak, kawanan Depati Parbo menguasai medan laga.

Eh…belakangan terjadi laga satu lawan satu. Gamang mana lawan mana kawan. Di pihak Belanda, mulai banyak juga “orang kita”.

Dalam Pertempuran Lolo, menurut cerita rakyat yang terus hidup hingga hari ini, terkenal seorang perempuan yang menjaga pintu gerbang.

Dia membunuh seorang kapten Belanda dan beberapa orang opsirnya sebelum akhirnya gugur kena tembak.

Namanya Fatimah. Perempuan yang senantiasa lantang menyatakan, “lebih baik mati berkalang tanah, dari pada hidup terjajah.”

Ratusan opsir Belanda disambut 30 hulubalang Kerinci pimpinan Depati Parbo di Renah Manjuto, Kerinci bagian Selatan. Kecamuk.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News