Depresi pada Perempuan

Depresi pada Perempuan
Depresi pada Perempuan
Penelitian menunjukkan bahwa depresi pada perempuan dimulai pada masa remaja. Stres dari pergeseran dramatis peran sosial, masalah seksualitas, pemisahan dari orangtua dan perubahan hormon dapat menyebabkan depresi.

Beberapa perempuan mengalami depresi yang terus meningkat dengan penambahan anak, merawat orang tua, karier, dan pekerjaan rumah tangga. Selain itu, hormonal dan perubahan mood yang dialami selama siklus menstruasi, kehamilan dan pasca-kehamilan dapat memicu depresi pada perempuan.

Reaksi terhadap stres pada laki-laki cenderung menjadi pemberontak atau menjadi pecandu narkoba, sementara perempuan sering membawa kecemasan mereka yang mengarah ke depresi. Ada juga temuan yang menunjukkan bahwa perempuan lebih mungkin mengakui perasaan sedih dari pada laki-laki, dengan demikian perempuan kadang bisa mencari bantuan profesional untuk masalahnya.

Faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko depresi korban kekerasan dan kemiskinan. Perempuan yang telah mengalami pelecehan seksual atau diperkosa sangat berpotensi terkena depresi, karena risiko depresi juga meningkat dalam bentuk pelecehan, seperti pelecehan seksual di tempat kerja dan kekerasan fisik. Semua pelecehan dan kekerasan berakibat korban akan merasa terisolasi dan rendah diri.

MUNGKIN anda salah satu yang percaya dengan istilah hari baik dan buruk (good days and bad days).  Namun, jika kita berbicara tentang depresi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News