Detik-detik Kapolsek Dikejar, Dilempar Tas Berisi Bom

Detik-detik Kapolsek Dikejar, Dilempar Tas Berisi Bom
Bom Bangil: Tim Inafis Polri mengamankan barang bukti berupa tumpukan buku tentang jihad di rumah Anwardi di Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7). Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo/JPNN.com

jpnn.com, PASURUAN - Empat bom meledak di rumah Anwardi, seorang terduga teroris di Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7). Salah satunya digunakan untuk menyerang Kapolsek Bangil yang datang untuk mengamankan rumah di Kelurahan Pogar tersebut.

Anwardi berhasil melarikan diri. Dia membawa ransel yang disebut-sebut berisi bom yang siap diledakkan.

”Dia (Anwardi, Red) kabur dalam keadaan berdarah-darah,” kata Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin saat meninjau lokasi ledakan.

Machfud menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Awalnya warga mendengar ledakan keras dari rumah kontrakan Anwardi. Di sana pria 50 tahun itu tinggal bersama istri Dina Rohana dan Umar Alfaruq yang baru berusia 3 tahun.

Mendengar ledakan, warga pun mendatangi rumah Anwardi. Pria kelahiran Aceh itu melarang warga mendekat. Melihat banyak warga yang datang, dia mengancam akan meledakkan bom.

Pria yang dikenal tertutup itu kemudian masuk ke rumah. Menutup rapat pintu rumah bercat kombinasi putih dan pink tersebut. Beberapa saat kemudian, terdengar dua kali ledakan.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Bangil Kompol M. Iskhak bersama anggota datang. Melihat anggota polisi, Anwardi kian beringas. Dia sempat mengejar dan menyerang Iskhak. Karena Iskhak lari, dia melemparkan tas berisi bom. Bom itu meledak, tapi tidak mengenai Iskhak.

Sebagaimana kesaksian warga bernama Idi Suryanto kepada Jawa Pos Radar Bromo, setelah menyerang polisi, Anwardi langsung lari ke dalam rumah. Dia mengambil motor dan membawa tas ransel di punggung. Dia hendak kabur.

Bom Bangil, terduga teroris Anwardi, mengejar dan melemparkan tas ransel berisi bom ke arah Kapolsek Bangil.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News