Di Aceh, Ganja Dipakai Warga untuk Mengusir Nyamuk dan Hama

Di Aceh, Ganja Dipakai Warga untuk Mengusir Nyamuk dan Hama
Ladang ganja di Aceh. Foto: Elfany Kurniawan/JPNN

“Jadi, gania ini bisa mengusir hama,” ujar Agus Sartijo, seorang polisi yang sudah paham betul dengan pertumbuhan ganja di Aceh.

Agus yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh ini mengakui, ganja bisa subur tanpa perlu dirawat.

Pasalnya, ganja bisa tumbuh sendiri. Caranya dari bunga yang tertiup angin atau dibawa burung. Cukup diletakan di tanah, bunga itu bisa menjadi tanaman ganja dalam beberapa hari.

Namun, makin ke sini, tanaman hijau berbentuk lima jari ini malah disalahgunakan. Petani yang dulunya menanam padi beralih menanam ganja.

Memang diakui, bisnis jual ganja jauh lebih untung ketimbang jual padi. Tentunya, aksi bercocok tanam ganja ini ilegal dan melanggar undang-undang.

Hingga kini, petani ganja dan polisi pun kerap kucing-kucingan. Untuk memusnahkan tananam ini juga serba salah.

Karena apabila dibakar, asapnya bisa membuat orang mabuk sehingga pembakarannya harus dilakukan di tempat yang jauh dari permukiman. (cuy/jpnn)


Petani sawah yang dulunya menanam padi beralih tanam ganja karena dianggap lebih menguntungkan.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News