Di Akhir Orasi Ilmiahnya, Bu Megawati Tersedu-sedu, Suaranya Serak

Jumat, 11 Juni 2021 – 20:29 WIB
Di Akhir Orasi Ilmiahnya, Bu Megawati Tersedu-sedu, Suaranya Serak - JPNN.com
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima gelar Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategis di Unhan RI, Jumat (11/6). Foto: Tim Dokumentasi Megawati Soekarnoputri

jpnn.com, BOGOR - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri tak mampu menahan luapan perasaan saat menutup orasi ilmiahnya dalam rangka menerima gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6).

Megawati tersedu-sedu ketika momen menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberikan dorongan kepadanya selama ini.

Awalnya, Megawati menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pendidikan, Riset, dan Pendidikan Tinggi. Lalu kepada Rektor Unhan RI Laksdya Amarulla Octavian.

Lalu kepada jajaran Dewan Guru Besar yang mempromosikan dirinya sebagai profesor kehormatan, di antaranya Prof Salim Sahid, Prof Hasjim Djalal, Prof Marsetio, Prof Syamsul Ma’arif, Prof Mohamad Sidik Boedoyo, Prof Makarim Wibisono, Prof Irdam Ahmad, Prof Pantja Djati, Prof Banyu Perwita, dan Prof Boediono.

Megawati menyebut sejumlah nama tim promotornya yang lain, yakni Prof Sudarsono Hardjosoekarto, Prof Gumilar Rusliwa Somantri, Prof Chandra Wijaya, Prof Ganefri, Prof Kosuke Mizuno, Prof Koh Young Hun, Dr Remy Madinier, Prof Xu Liping, dan Prof Budi Gunawan.

“Terima kasih juga yang tidak bisa disebut. Artinya terhingga para guru besar promotor dan pendamping saya. Ini ada banyak menteri saya,” kata dia.

Mega juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Senat Akademik, Dewan Guru Besar, dan segenap Civitas Akademika Unhan. Sebab telah mengizinkan dirinya menjadi profesor kehormatan.

Putri Proklamator RI Bung Karno itu menyampaikan terima kasih kepada Prof Hendropriyono, Prof Yasonna Laoly, Prof Yudian Wahyudi, Prof Sudarsono Sukarto, Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Prof Bungaran Saragih, Prof Rokhmin Dahuri, Prof Da'i Bachtiar, dan Prof Bambang Wibawarta.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...