Di Depan Jokowi, Andi Amran Sebut Indonesia Membutuhkan Haji Isam Lainnya

Di Depan Jokowi, Andi Amran Sebut Indonesia Membutuhkan Haji Isam Lainnya
Andi Amran Sulaiman. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Komisaris Utama PT Jhonlin Agro Raya Andi Amran Sulaiman memuji pengusaha tambang Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam saat memberikan sambutan dalam peresmian pabrik biodiesel tersebut pada Kamis (21/10).

Di hadapan Presiden Joko Widodo, Amran menyatakan Indonesia membutuhkan orang-orang seperti Haji Isam yang bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi Indonesia.

"Andaikan ada anak bangsa seperti Andi Syamsuddin 27 saja di Republik ini dari 270 juta penduduk artinya apa? Kalau investasi masing-masing Rp 30 triliun, bisa diinvestasi Rp 800 triliun tercapai seketika. Kami mohon tepuk tangan untuk putra terbaik kita Andi Syamsuddin," kata Amran saat memberikan sambutan.

Pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya, kata dia, dibangun dengan nilai investasi Rp 2 triliun. Amran menyatakan pabrik tersebut bisa memproduksi b30, bahkan bisa dikembangkan menjadi b50 dalam waktu dekat.

"Kemudian pabrik biodiesel ini adalah pabrik terbesar dan pertama di kawasan timur Indonesia dengan kapasitas 1.500 ton per hari," kelas dia.

Dia juga menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa kawasan industri PT Jhonlin Grup milik Haji Isam ini seluas 730 hektare. Terdapat 12 industri dalam kawasan tersebut.

"Sekarang sebagian besar sudah selesai, saat ini diresmikan pabrik biodiesel, pabrik minyak goreng. Dan insyaallah, Januari akan dibangun smelter empat unit insyaallah selesai sebelum 2024," kata dia.

Eks Menteri Pertanian itu menyatakan pembangunan empat unit smelter akan memberikan nilai tambah. Dia mengalkulasikan mengkalkuklasikan ada penambahan nilai 70 kali lipat.

"Kami punya pengalaman 10 tahun di nikel itu hanya USD 30. Setelah kami melakukan processing, itu bisa naik 70 kali lipat," kata dia.

Amran juga menyampaikan investasi total di sekitar kawasan tersebut mencapai Rp 11 triliun dengan menyerap 2.320 tenaga kerja.

Menurut dia, gagasan pembangunan itu merupakan manifestasi ide Presiden Jokowi, yaitu membangun dari desa, menciptakan lapangan kerja, mendorong program hilirasi industri yang memberikan nilai tambah, dan pada gilirannya mewujudkan Indonesia maju.

"Bapak Presiden, kami ingin sampaikan juga PT Jhonlin Grup gambaran secara umum saat ini mempekerjakan karyawan langsung 20 ribu orang, tidak langsung 40 ribu orang. Total 60 ribu orang. Realisasi investasi total sampai dengan hari ini Rp 29 triliun," jelas dia.

Oleh karena itu, Amran menilai Haji Isam merupakan sosok yang berperan untuk kemajuan negeri ini. Amran juga meminta Presiden Jokowi untuk menjadikan daerah industri yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Ini bukan bermohon Bapak Presiden, ini harapan rakyat, kalau ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, saya yakin Andi Syamsuddin bisa meningkatkan investasi dua kali lipat lagi. Dan nanti kami dorong Pak Andi Syamsuddin melakukan investasi dua kali lipat lagi," kata dia.(tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Komisaris Utama PT Jhonlin Agro Raya Andi Amran Sulaiman memuji pengusaha tambang Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Dia juga meminta Presiden Jokowi untuk memberikan kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus.