Dipaksa 3 Kali Sehari, Kabur dari Lokalisasi

Dipaksa 3 Kali Sehari, Kabur dari Lokalisasi
Dipaksa 3 Kali Sehari, Kabur dari Lokalisasi
PALEMBANG – Diiming-imingi pekerjaan sebagai pelayan restoran, tapi akhirnya dipekerjakan di kafe dan dipaksa melayani nafsu syahwat pria hidung belang. Modus penipuan yang mengarah ke perdagangan manusia itu, kembali terkuak di dalam eks lokalisasi Teratai Putih, Kampung Baru, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Korbannya kali ini, Sumayu (25), janda satu anak asal Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pura-pura keluar dari tempatnya bekerja di sebuah kafe, korban kabur dan minta perlindungan ke Polda Sumsel, Jumat (22/4) siang.

"Korban hanya ingin bisa kembali ke Sukabumi dan tidak melaporkannya kepada kita. Korban sendiri yang minta untuk dipulangkan. Karena kejadian awalnya di luar wilayah Polda Sumsel, korban kita arahkan untuk melaporkannya ke Sukabumi," terang Kepala (Ka) Siaga Ops Shift A Polda Sumsel, AKP Soehartono, kemarin.

Kepada polisi, korban menceritakan dalam kompleks Kampung Baru, dia bekerja di sebuah kafe milik mami Slh (45).  Sebelumnya, korban bertemu Ik, anaknya mami Slh, saat di Sukabumi. Lalu korban ditawari bekerja di Palembang, sebagai pelayan di restoran. Tertarik, korban bersama sepupunya, Sa, ikut ke Palembang. ”Saya awalnya dipinjami uang Rp1,5 juta untuk ongkos dan keperluan lainnya,” ujar korban.

PALEMBANG – Diiming-imingi pekerjaan sebagai pelayan restoran, tapi akhirnya dipekerjakan di kafe dan dipaksa melayani nafsu syahwat pria hidung

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News