Dirjen Nunuk Ungkap Fakta Mengejutkan soal Kondisi Guru, Harapan untuk Honorer 

Dirjen Nunuk Ungkap Fakta Mengejutkan soal Kondisi Guru, Harapan untuk Honorer 
Ki-Ka: Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati dan Dirjen GTK Kemendikbudristek Nunuk Suryani. Foto dok. TF

jpnn.com, JAKARTA - Profesi guru saat ini kurang begitu digemari generasi muda.

Hal tersebut berpotensi menyebabkan Indonesia darurat kekurangan guru.

Data dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa tahun 2022-2023 Indonesia memiliki sebanyak 3,3 juta guru di sekolah negeri. 

Namun, pada 2024, Indonesia akan mengalami kekurangan 1,3 juta guru. Hal tersebut dikarenakan banyaknya guru yang pensiun.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Prof. Nunuk Suryani dalam podcast Unlocking Potential Tanoto Foundation menyatakan bahwa pemerintah telah menempuh sejumlah strategi agar Indonesia tidak darurat kekurangan guru.

Memang, kata Dirjen Nunuk, pada 2024 ada potensi Indonesia kekurangan 1,3 juta guru. Ini karena setiap tahun rata-rata jumlah yang pensiun mencapai 70 ribu guru. 

"Namun, kami telah melakukan antisipasi sejak 2021 melalui rekrutmen ASN P3K guru,” terangnya.

Dalam podcast bersama Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation (TF) Margaretha Ari Widowati tersebut, Nunuk mengatakan bahwa pemerintah melalui Kemendikbudristek terus melakukan langkah akseleratif untuk bisa mengisi kekurangan guru.

Dirjen Nunuk mengungkap fakta mengejutkan soal kondisi guru yang menjadi harapan untuk honorer 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News