Dirty Vote Diangkat Media Internasional, Kabar Kecurangan di Pilpres 2024 Mengglobal

Dirty Vote Diangkat Media Internasional, Kabar Kecurangan di Pilpres 2024 Mengglobal
Pemberitaan tentang Dirty Vote di laman New Straits Times Malaysia. Foto: tangkapan layar nst.com

Judul serupa juga dipakai The Straits Times, Singapura. Dalam salah satu paragraf di berita itu, jurnalis Straits Times mendedahkan soal Prabowo sebagai menteri pertahanan juga mendapat dukungan melalui akun media sosial kementeriannya.

Dirty Vote kian mengglobal dengan pemberitaan di REUTERS yang berjudul Indonesia students protest alleged poll interference by Jokowi administration.

Berita itu mengangkat soal Dirty Vote telah memantik demonstrasi mahasiswa yang menentang keberpihakan aparat maupun penggunaan bansos untuk memenangkan Prabowo.

Kantor berita Agence France-Presse (AFP) juga mengangkat Dirty Vote melalui artikel berjudul Indonesia documentary claims Widodo improperly backed election favourite.

AFP dalam pemberitaan itu menyebut Presiden Jokowi dituduh oleh kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan pakar hukum telah memanipulasi persyaratan demi meluluskan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Berita yang dipasang di laman The Standard, Hong Kong, itu juga menyebut Jokowi meningkatkan bantuan sosial alias bansos menjelang pencoblosan dan berkampanye secara terselubung untuk memenangkan Prabowo-Gibran yang akan melanjutkan kebijakannya.

“Presiden yang mendukung seorang kandidat bukan hal ilegal di Indonesia, tetapi dugaan dukungan Widodo kepada Subianto telah menimbulkan kontroversi karena jarang sekali presiden yang menjabat mendukung suksesornya secara aktif,” demikian berita AFP.(jpnn.com)



Video Terpopuler Hari ini:

Film dokumenter Dirty Vote yang mengungkap praktik kecurangan menjelang Pemilu 2024 langsung menjadi perhatian media mancanegara.

Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News