Dokter Lois

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Dokter Lois
Lois Owien. Foto: Instagram/dr_lois7

Kalau Anda mempertanyakan kompetensi seorang dokter kecantikan yang berbicara mengenai pandemi, bukan berarti Anda orang kritis atau cerdas, tetapi Anda justru termasuk manusia ber-IQ jongkok. Begitu setidaknya kata Dokter Lois.

Dia sudah membaca jurnal kedokteran terbaik dari seluruh dunia, dan dia menyimpulkan bahwa pandemi adalah konspirasi. Kalau ada orang mempertanyakan kompetensinya berarti orang itu bagian dari oligarki yang menolak kebenaran untuk mempertahankan status quo.

Pernyataannya menjadi viral setelah dia muncul di acara talk show Hotman Paris. Sebelumnya, Dokter Lois banyak membuat twit di Twitter, tetapi tidak banyak didengar oleh netizen karena twitnya dianggap palsu.

Namun, setelah Lois muncul di acara Hotman Paris, orang-orang mulai memperhatikan twitnya.

Akan tetapi, tidak perlu terlalu kaget. Tidak perlu ditanggapi serius. IDI pun tidak perlu susah-susah memanggil dokter ini, karena tidak ada satu pun hal baru yang diungkapkan.

Apa yang diungkapkannya sebenarnya hanya mengulang-ulang para penganut teori konspirasi. Tidak ada yang baru sama sekali, argumen-argumennya mengulang-ulang apa yang sudah beredar selama ini.

Apa yang dilakukan oleh Jerinx, musisi Superman Is Dead, pada dasarnya tidak jauh berbeda dari apa yang dikatakan Dokter Lois. Bedanya, Jerinx hanya seorang musisi dan pemain medsos yang tidak punya kredensial medis yang cukup.

Dokter Lois adalah seorang dokter, apalagi dia mengaku punya guru dari Kanada, meskipun kuliahnya di Malaysia. Dengan kredensialnya sebagai seorang dokter, tentu lebih banyak orang yang mempercayai twit Lois.

Entah berapa IQ Dokter Lois ini. Barangkali di atas 200, yang berarti dia jenius seperti Albert Einstein. Batas genius dengan gila terkadang sangat tipis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News