Dongkrak Produktivitas, Petani Deli Serdang Diajarkan Buat Kompos Organik CSA

Dongkrak Produktivitas, Petani Deli Serdang Diajarkan Buat Kompos Organik CSA
Sebagai salah satu penerima manfaat SIMURP, BPP Jaharun Kabupaten Deli Serdang melaksanakan pelatihan pembuatan kompos dari kohe. Foto: Kementan

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa Program SIMURP utamanya ditujukan untuk membangun resiliensi ketangguhan pertanian Indonesia terhadap kondisi iklim yang terus berubah saat ini.

Teknologi CSA merupakan kunci andalan SIMURP dan memiliki dampak yang positif untuk pertanian. CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani,” ujar Dedi.

CSA juga terbukti mampu membantu ribuan para petani di daerah.

"CSA berhasil melahirkan petani-petani cerdas yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim yang selalu berubah-ubah,” kata Dedi lagi.

Sebagai salah satu penerima manfaat SIMURP, BPP Jaharun Kabupaten Deli Serdang baru-baru ini telah melaksanakan pelatihan pembuatan kompos dari kohe.

Selain pembuatan kompos, petani setempat juga diajarkan praktek streadman benih.

"Stredman benih bertujuan untuk melindungi bagian tanaman yang dijadikan benih dalam bentuk biji, pucuk,setek,umbi dari serangan hama dan patogen," ujar Koordinator BPP Jaharun Rusianna Purba.

Rusiana memaparkan pembuatan kompos kohe diawali dengan menyiapkan kotoran sapi di bawah atau sekam padi di atasnya, selanjutnya menaburkan dekomposer secara merata.

Program CSA dirasakan manfaatnya bagi petani di Deli Serdang, Sumatra Utara. Mereka diajarkan membuat kompos organik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News