Doni Monardo: yang Mengumpulkan Massa Akan Dimintai Pertanggungjawaban oleh Allah

Doni Monardo: yang Mengumpulkan Massa Akan Dimintai Pertanggungjawaban oleh Allah
Letjen TNI Doni Monardo bersama Ustaz Abdul Somad yang berkunjung ke BNPB, Rabu (26/8/2020). Foto Screen Capture Video BNPB

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengeluarkan maklumat soal larangan untuk kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan massa.

Sebab, kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masa pandemi Covid-19, sangat berpotensi memunculkan klaster dan penyebaran virus corona baru di tanah air.

"Sejumlah aktivitas yang menciptakan kerumunan hampir pasti menimbulkan penularan. Menulari dan tertular satu sama lainnya," kata Doni Monardo saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Minggu (15/11).

Dia juga mengingatkan bahwa pihak-pihak yang mengadakan kegiatan pengumpulan massa di saat pandemi ini tidak hanya kena sanksi di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.

"Mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tetapi juga kelak di kemudian hari akan mendapatkan permintaan pertanggungjawaban dari Allah SWT," ucapnya mengingatkan.

Mungkin, kata Doni, bagi anak muda yang usianya masih di bawah 36 tahun, sehat dan tidak ada penyakit penyerta, rata-rata mereka tidak memiliki gejala ketika terpapar Covid-19.

Namun, ketika mereka kembali ke rumah dan bertemu dengan anggota keluarga yang lain, apalagi kelompok rentan, maka risikonya akan fatal.

"Fakta yang kami temukan delapan bulan terakhir angka kematian penderita penyakit penyerta dan lansia mencapai 80 sampai 85 persen," tegasnya.

Letjen Doni Monardo beri peringatan kepada kelompok yang suka mengumpulkan massa di saat panemi Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News