Senin, 17 Juni 2019 – 00:33 WIB

Dorong SMK Gandeng Politeknik

Jumat, 20 Agustus 2010 – 16:51 WIB
Dorong SMK Gandeng Politeknik - JPNN.COM

JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menetapkan pengembangan pendidikan vokasi (kejuruan) jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik sebagai prioritas di 2011. SMK dan politeknik didorong untuk bermitra. Diharapkan, Politeknik memandu SMK dan membuka program-program yang ekuivalen dengan diploma satu (D1).

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemdiknas, Joko Sutrisno menyampaikan, SMK yang dipilih pada program ini adalah SMK Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SMK-RSBI). “Saat ini ada 350 SMK RSBI. Dari 350 (sekolah) ini,  politeknik memilih mitranya, misalnya untuk membuat program D1,” terang Joko ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Jumat (20/8).

Joko mengatakan, pola kemitraan yang akan dilakukan berbasiskan keahlian di politeknik dan SMK. Program ini, lanjut dia, dikombinasikan dengan program produktif bersama mitra industri. Disebutkan, politeknik yang telah bermitra dengan SMK diantaranya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Manufaktur Bandung, Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, dan Politeknik Negeri Malang.

Joko mengemukakan, saat ini SMK juga telah bermitra dengan industri. Kerja sama yang dilakukan adalah siswa SMK plus 1 dapat melakukan kegiatan praktek produksi. Para siswa SMK yang sudah mengikuti UN, kata dia, dapat melakukan kegiatan-kegiatan produksi, misalnya merakit sepeda motor, merakit notebook, dan merakit peralatan elekronika. "Nanti akan dikombinasikan pada tahun keempat yang masuk kategori D1,” katanya.

Joko membahkan, SMK juga didorong untuk membangun pebisnis pertanian yang tangguh pada 5-10 tahun mendatang. Program pemantaban SMK pertanian, kata dia, dilakukan untuk menghasilkan lulusan yang berkiprah dalam dunia pertanian. “Mulai dari sekarang dikenalkan bagaimana kehidupan bisnis pertanian, bercocok tanam, panen, mengolah hasil panen, sampai dengan menghitung volume kebutuhan pasar,” imbuhnya.

Joko menyebutkan, saat ini terdapat 600 sekolah yang membuka program keahlian pertanian dan 320 diantaranya spesialis sekolah pertanian. Adapun jumlah SMK RSBI pertanian sebanyak 15 sekolah. “Dari 50 permohonan pembangunan SMK baru ada 10 titik untuk pertanian terutama di daerah pemekaran,” ujarnya.

Pemerintah, kata Joko, sejak 2-3 tahun lalu telah memberikan beasiswa program khusus untuk semua siswa program keahlian pertanian sebanyak Rp 65 ribu per bulan. Dia menyebutkan, total siswa program keahlian pertanian sebanyak 145 ribu. Beasiswa Bantuan Khusus Murid (BKM) untuk siswa miskin juga meng-cover program keahlian khusus ini. (cha/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar