Dua Hikmah Jika Prabowo - Jokowi Hadir di Sidang Perdana MK

Dua Hikmah Jika Prabowo - Jokowi Hadir di Sidang Perdana MK
Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

"Sebagai seorang komunikolog Indonesia, saya berpendapat bahwa pertemuan dalam setting natural jauh lebih efektif daripada pertemuan rekayasa (dirancang) oleh pihak ketiga," paparnya.

Sebagai lambang non-verbal, peristiwa ini sangat mengandung nilai berita bagi media massa untuk diberitakan secara luas. Sebab, itu merupakan pertemuan para elite dari kedua kubu kekuatan politik yang sempat diwarnai persaingan yang menghangat dalam kampanye dan pasca pemungutan suara Pilpres 2019.

Peliputan peristiwa oleh seluruh media massa maupun yang disampaikan secara kreatif melalui berbagai jenis sosial media, mempunyai dampak bagi seluruh masyarakat Indoensia.

Baca: Raffi Ahmad Beri THR ke Orang Tua Mendiang Olga Syahputra

Publik akan memberi penilaian yang positif bagi pemimpin elite bangsa ini, utamanya kepada kedua paslon bahwa mereka menunjukkan kenegarawanan dan persahabatan yang tidak lengkang oleh hanya karena persaingan politik lima tahunan.

"Lambang non-verbal semacam ini mempunyai makna sangat mendalam dan melekat lebih parmanen di hati dan peta kognisi masyarakat luas," jelasnya.

Lagi pula pascapemungutan suara, Jokowi maupun Probowo sebagaimana mereka wacanakan di ruang publik sudah memberikan sinyal kuat untuk ingin saling bertemu.

Karena itu, Emrus menyarankan kepada kedua negarawan ini agar memanfaatkan momentum sesaat sebelum sidang perdana di MK sebagai ajang komunikasi silaturahmi yang melampaui kepentingan politik pragmatis, ekonomi dan sebagainya.

Pengamat politik Emrus Sihombing menyarankan Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, hadir langsung pada sidang perdana PHPU Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) Jumat 14 Juni 2019.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News