Duh, Masih Ada Warga Australia yang Mengira Bali Bukan Bagian Indonesia

Duh, Masih Ada Warga Australia yang Mengira Bali Bukan Bagian Indonesia
Warga Australia sudah banyak mengunjungi Bali, tapi bukan berarti mereka memahami Indonesia yang memiliki keberagaman budaya. (AP: Firdia Lisnawati)

Tembakau, alkohol, kain, beras, dan pisau adalah beberapa barang yang diperkenalkan ke Arnhem Land oleh nelayan Makassar.

Tak hanya itu, bahasa mereka pun kemudian saling mempengaruhi, karenanya di bahasa Aborigin ada kata rupiah, yang artinya uang, dan balanda dengan arti orang kulit putih.

Duh, Masih Ada Warga Australia yang Mengira Bali Bukan Bagian Indonesia Photo: Foto-foto ini diketahui sebagai warga Aborigin yang pernah pergi ke Makassar, diambil di tahun 1873. (Museo Nazionale Pigorini)

 

Dr Vanessa Hearman, dosen senior Kajian Indonesia di Charles Darwin University, mengatakan pertukaran budaya ini kemudian terhenti setelah bangsa Inggris datang ke Australia.

"Ruang gerak mereka menjadi dibatasi di bawah aturan kolonial yang ketat di kawasan utara Australia," ujar Dr Vanessa yang lahir di Indonesia.

Menurut Dr Vanessa saat itu hubungan di antara keduanya benar-benar sangat longgar dengan perdagangan menjadi salah satu elemennya.

Tapi kemudian Australia dan Indonesia kemudian menjadi tempat yang kompleks, setelah keduanya mengalami periode kolonial yang mengubah keadaan.

"Hubungan dengan Australia selalu naik turun, tergantung siapa Pemerintahannya, tapi juga tingkat dukungan popular di Australia," tambahnya.

Meski jutaan warga Australia berlibur ke Bali setiap tahunnya, sebuah survei terbaru menunjukkan masih banyak di antara mereka yang tidak memiliki pengetahuan soal Indonesia

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News