Dunia Mulai Lupa, Indonesia Kembali Angkat Isu Rohingya

Dunia Mulai Lupa, Indonesia Kembali Angkat Isu Rohingya
Pengungsi Rohingya berkumpul untuk memperingati dua tahun eksodus di kamp Kutupalong di Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (25/8/2019). Foto: REUTERS/Rafiquar Rahman

jpnn.com, NEW YORK CITY - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengingatkan dunia agar tidak mengesampingkan isu Rohingya di tengah krisis Myanmar yang dipicu oleh kudeta militer.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam High Level Event on Rohingya Crisis, yang digelar di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Rabu (22/9).

“Saya sampaikan bahwa dalam setiap pertemuan yang membahas krisis politik di Myanmar, Indonesia selalu mengingatkan bahwa masih adanya satu PR (pekerjaan rumah) besar yang jangan sampai dikesampingkan, yaitu penyelesaian masalah Rohingya,” kata Menlu Retno ketika memberikan pengarahan pers secara virtual pada Kamis.

Dalam pertemuan yang dihadiri Perdana Menteri Bangladesh, Menlu Brunei Darussalam, Menlu Turki, Menlu Gambia, Menlu Inggris, dan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam itu, Menlu RI mengatakan bahwa warga Rohingya sudah menderita cukup lama karena belum ada perkembangan perbaikan yang signifikan atas situasi mereka.

Kondisi pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp di Cox’s Bazar, Bangladesh, semakin diperburuk oleh pandemi COVID-19 mengingat kerentanan mereka terhadap infeksi virus sementara tingkat vaksinasi mereka masih rendah.

Karena itu, Indonesia mengajak komunitas internasional untuk membantu menyalurkan vaksin COVID-19, alat kesehatan, dan obat-obatan untuk pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar.

“Masyarakat internasional harus bekerja sama untuk memastikan pengungsi Rohingya dapat segera memperoleh akses vaksin,” kata Retno.

Indonesia juga menyeru masyarakat internasional untuk membantu menciptakan kondisi yang mendukung kembalinya pengungsi Rohingnya ke rumah mereka di Myanmar.

Indonesia tidak rela membiarkan dunia lupa akan penderitaan muslim Rohingya di Myanmar

Sumber Antara