Durian Nitrogen
Oleh: Dahlan Iskan

Dari pengalaman Yanto itu saya menjadi tahu: kita punya problem bibit dan problem musim. Di samping banyak problem lainnya.
Yanto berumur 40 tahun. Begitu tamat SD ia merantau ke Jakarta. Jualan koran. Lalu jualan sandal murah. Bertahun-tahun. Akhirnya punya toko sandal. Kian tahun toko sandalnya kian banyak.
"Berarti sudah punya tabungan? Sudah bisa beli rumah?" tanya saya.
"Saya belum pernah bisa beli rumah," jawabnya.
Hah?
“Mertua sudah membelikan rumah," jawabnya.
Tabungan yang punya: cukup untuk membeli tanah 1.600 m2 dan bibit durian 80 batang. "Saya tidak membayangkan kalau masih perlu biaya pemeliharaan. Ternyata mahal," katanya.
Yanto mempekerjakan sepuluh orang untuk 80 batang itu. Untuk gaji mereka saja sudah Rp 20 juta sebulan. Belum pupuknya.
Sudah 20 tahun durian kita dijatuhkan martabatnya oleh Malaysia. Kita harus bangkit mengejar.
- Ibas Tegaskan Indonesia dan Malaysia Tak Hanya Tetangga, Tetapi..
- Sudirman Cup 2025: Sempat Tertinggal 0-2, Jepang Mengalahkan Malaysia
- Liburan Wu-Yi
- Ibas Ingatkan Pentingnya Perlindungan PMI dan Penguatan Keamanan Perbatasan
- Barong Bola
- 45 PMI Dipulangkan dari Malaysia Melalui Pelabuhan Dumai, Ada yang Sakit Kulit