Ekspor LNG Tangguh Tak Terimbas Krisis

Ekspor LNG Tangguh Tak Terimbas Krisis
Ekspor LNG Tangguh Tak Terimbas Krisis
Pemerintah hingga saat ini masih menegosiasi pembeli untuk mendapat perbaikan harga jual LNG Tangguh ke Propinsi Fujian. Untuk itu, pemerintah membentuk tim khusus yang diketuai oleh Plt Menko Perekonomian yang juga Menkeu Sri Mulyani.

Saat kontrak dibuat pada 2002 dan 2004, pasar gas global sedang dalam buyer market. Artinya, suplai produsen sangat banyak, sedangkan demand pembeli masih sedikit. Jadi, pembeli cenderung lebih kuat dalam negosiasi harga. Akibatnya, harga jual menjadi sangat rendah.

Misalnya, harga jual LNG Tangguh ke Fujian hanya sekitar USD 2,4 per MMBTU dengan patokan batas atas (ceiling price) harga minyak USD 25 per barel. Meski harga dinegosiasikan kembali pada 2006 dan ceiling price naik menjadi USD 38 per barel, harga gas masih di kisaran USD 3,8 per MMBTU.

Sedangkan harga LNG dari kilang lain, seperti Bontang, lebih tinggi. Misalnya, untuk ekspor LNG Bontang ke pasar Jepang, Indonesia mendapat harga USD 20 per MMBTU dengan patokan harga minyak USD 110 per barel. (owi/dwi)
Berita Selanjutnya:
Bank Dunia Biangnya Krisis

JAKARTA - Kepastian pengapalan pertama gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Tangguh tidak hanya menunggu negosiasi harga, tetapi juga kesiapan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News