Ekspor Toyota Meningkat, Laba Berkurang

Ekspor Toyota Meningkat, Laba Berkurang
Ekspor Toyota Meningkat, Laba Berkurang
JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimis target ekspor 47 ribu unit kendaraan pada tahun ini bisa tercapai. Meski begitu pihaknya juga harus menerima kenyataan margin keuntungan berkurang dan bahkan merugi akibat penguatan nilai mata uang Rupiah terhadap USD.

   

Chief External Affairs Officer PT TMMIN, Irwan Priyanto, mengatakan ekspor Toyota ke luar negeri memang berdasarkan order yang terjadi pada awal tahun fiskal yaitu antara bulan April dan Maret dan berlaku enam bulan. Semua nilai order disesuaikan dengan mata uang USD dan pada saat itu disepakati nilai rupiah terhadap USD untuk menentukan harga kendaraan per unitnya adalah Rp 9500 per USD. "Saat itu kami prediksikan nilai rupiah akan berada di kisaran Rp 9500 sepanjang tahun," ujar Irwan di hotel Gran Melia, Selasa (10/8).

   

Ternyata rupiah saat ini menguat setelah sebelumnya sempat terjadi beberapa kali. Penguatan rupiah ada di kisaran Rp 8.800 - 8.900 per USD. Sementara pengiriman barang dilakukan secara berkala sekitar dua atau tiga kali dalam sebulan. "Negosiasi harga dilakukan setiap enam bulan. Jadi saat ini kami terima apa adanya," ucap Irwan.

   

Menurut Irwan, Toyota berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas pengiriman barang sesuai dengan kontrak. Sejauh ada permintaan di negara tujuan, pengiriman harus tetap dilakukan. "Saya belum bisa bilang kerugiannya berapa akibat penguatan rupiah ini," akunya.

   

JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimis target ekspor 47 ribu unit kendaraan pada tahun ini bisa tercapai. Meski begitu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News