Energi Melimpah, Tetapi Bisa Habis

Energi Melimpah, Tetapi Bisa Habis
Energi Melimpah, Tetapi Bisa Habis
JAKARTA- Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Kementrian ESDM, Ir Saryono Hadiwidjoyo, mengatakan pada saatnya suatu ketika tak ada lagi isi bumi negeri ini yang bisa diserap secara maksimal. Hal ini disebabkan karena potensi sumber daya alam dari perut bumi Indonesia secara terus menerus sekian ratus tahun diolah untuk memenuhi kebutuhan energi.

"Energi kita melimpah, tetapi itu tetap akan habis pada saatnya nanti. Bukan hanya Indonesia, hampir seluruh negara penghasil energi dari hasil bumi mengkhawatirkan hal yang sama. Lalu muncullah energi biofuel sebagai solusi. Negara di dunia pun mengakui, Indonesia suatu ketika akan menjadi "Timur Tengah" nya Asia bahkan dunia," kata Saryono pada JPNN, di Jakarta, Minggu (14/3) .

      

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah ruah, geografis serta cuaca negara tropis yang mendukung untuk sektor perkebunan, pertanian dan hasil alam lainnya, Indonesia akan menjadi surga biofuel yang mulai dilirik dunia.

      

"Namun sayangnya, energi dari biofuel ini memang belum maksimal dan optimal terserap. Dari kapasitas yang bisa mencapai 3,2 juta Kl, sekarang yang baru terserap masih sekitar  460 ribu KL. Masalahnya karena ada perbedaan harga yang cukup tinggi dengan BBM subsidi," kata Saryono.

      

JAKARTA- Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Kementrian ESDM, Ir Saryono Hadiwidjoyo, mengatakan pada saatnya suatu ketika tak ada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News