Erdogan Ogah Turuti Uni Eropa, 7 Ribu Orang Terancam Hukuman Mati

Erdogan Ogah Turuti Uni Eropa, 7 Ribu Orang Terancam Hukuman Mati
Terduga pelaku upaya kudeta di lokasi penahanan masal, Ankara, Turki. Foto: CNN

Sebelumnya, Uni Eropa mengancam akan menutup pintu bagi Turki jika hukuman mati kembali diterapkan. "Tidak ada negara bisa menjadi anggota Uni Eropa jika memberlakukan hukuman mati," ujar kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini seperti diberitakan The Guardians.

Menurut Mogherini, Uni Eropa mendukung upaya Turki menghukum pihak-pihak yang terlibat dalam kudeta. Namun dia mengingatkan bahwa proses hukum dan hak asasi manusia harus tetap dijunjung tinggi.

Saat ini lebih dari tujuh ribu orang telah ditahan pemerintah Turki atas tuduhan terlibat kudeta. Sebagian besar dari mereka adalah anggota militer, namun ada juga hakim, jaksa, polisi dan pejabat pemerintahan yang ditahan. (dil/jpnn)

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak menghiraukan peringatan Uni Eropa terkait pemberlakuan kembali hukuman mati. Menurutnya,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News