Fahrizal Ciptakan Alat Penghasil Listrik Berbahan Baku Air

Fahrizal Ciptakan Alat Penghasil Listrik Berbahan Baku Air
Fahrizal Bahri (kanan) menunjukkan alat ciptaannya. Kotak hitam berisi lempengan-lempengan tembaga yang dirangkai kabel bisa menghasilkan listrik jika direndam air. Foto: RIDHUAN/KALTIM POST

Dia sudah buat perhitungan. Jika menggunakan pocket energy, berapa uang yang bisa dihemat pengguna.

"Bisa hemat pengeluaran uang untuk bayar listrik hingga 40 persen. Karena jika sempurna, alat ini mampu menghidupkan berbagai peralatan rumah tangga. Seperti lampu, ponsel, televisi LED dan laptop," jelasnya.

Secara sederhana, pria kelahiran 1983 itu menjelaskan bagaimana alatnya berfungsi. Di antara pelat logam dipasang karbon aktif. Karbon tersebut direndam dahulu di dalam air garam selama tiga hari, maksimal seminggu. S

etelah itu bilik yang disebut galvanis diisi air. Kemudian disalurkan melalui kabel dan diukur tegangannya menggunakan avometer elektrik. Digunakan lampu LED untuk indikator adanya aliran listrik.

"Ini masih purwarupa. Masih harus dikembangkan lebih lanjut. Kalau mau pakai buat isi daya ponsel juga masih maksimal di baterai 3000 mAh. Memang sedikit lebih lama dibandingkan jika menggunakan alat pengisian daya yang biasa," ungkapnya.

Ke depan, dia berencana membuat pocket energy yang lebih sederhana. Bahkan punya gambaran bisa membuat pocket energy seperti power bank.

Yang bisa dibawa dan benar-benar bisa dikantongi. Tinggal diisi air dan dikocok untuk menghasilkan listrik.

"Ke depan seperti itu. Sama bisa meningkatkan dan menstabilkan daya listriknya. Jadi memang masih perlu pengembangan lanjutan," pungkasnya. (*/rdh/rsh/k18)


Hanya dengan menggunakan air murni 1,5 liter, mampu menghasilkan maksimal listrik 48 volt.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News