JPNN.com

Film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Angkat Cerita Hoaks di Masyarakat

Senin, 15 Juli 2019 – 07:54 WIB Film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Angkat Cerita Hoaks di Masyarakat - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Cerpen karya Seno Gumira Ajidarma berjudul Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi (DMDKM) diangkat ke layar lebar. Film yang digarap oleh sutradara John De Rantau dengan judul sama ini akan tayang serentak pada 18 Juli 2019.

Dikemas dalam genre komedi satire, film DMDKM ini berkisah tentang Sophie, gadis cantik yang tetiba “berada di sebuah Kampung Lapak yang dihuni oleh orang-orang yang bertolak belakang dengan sosoknya. Kehadiran sosok Sophie yang membutuhkan studi langsung untuk menyelesaikan tesis nya ini rupanya menjadi sumber petaka bagi gerombolan istri.

BACA JUGA: Pembobol Tabungan Almarhum Olga Syahputra Ternyata Orang Dekat

Sosok sophie yang aduhai adalah “selingan” segar bagi para suami dan laki-laki baik tua maupun muda. Sayangnya di antara mereka mungkin ada yang kebablasan, mungkin juga tidak, tetapi Sophie sudah keburu menjadi kambing hitam warga. Kehadirannya seketika membuahkan peperangan asumsi dengan bumbu-bumbu negatif.

Film ini seolah menjadi cermin akan kebiasaan masyarakat yang suka menyalahkan atau meng-kambing hitamkan sosok baru di dalam lingkungannya. Tidak bisa dipungkiri, hal hal yang tertulis dalam cerpen karangan Seno Gumira Ajidarma ini bisa dikatakan masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Sebagai sutradara, John de Rantau mampu meramu cerpen ini menjadi tontonan yang memberikan “sentilan-sentilan” terhadap kondisi bermasyarakat ini dengan komedi satir.

BACA JUGA: Jadi Tersangka KDRT, Nikita Mirzani Minta Dipertemukan dengan Dipo Latief

Film ini seolah menjadi cermin akan kebiasaan masyarakat kita yang suka menyalahkan atau meng-kambing hitamkan sosok baru di dalam lingkungan atas masalah yang dia alami dalam hidupnya. Tidak bisa dipungkiri, hal hal yang tertulis dalam cerpen karangan Seno Gumira Ajidarma ini bisa dikatakan masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Sebagai sutradara, John de Rantau mampu meramu cerpen ini menjadi tontonan yang memberikan “sentilan-sentilan” terhadap kondisi bermasyarakat ini dengan komedi satir.

Selain memiliki komposisi cerita yang kuat,  tokoh-tokoh di film ini pun diperankan oleh sederet artis senior seperti Mathias Muchus, Yurike Prastika, Yan Widjaya, Inggrid Widjanarko, Anna Tarigan, Ricki Malau, Isdaryanto Boedi Oetomo, RA. Ade Puspa Djayanti, Iwan Gardiawan, Anne J.Cotto, Anisa Sheban, J. Sebastian dan masih banyak lagi. Sementara itu, sosok Sophie diperankan oleh mantan Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira.(zil/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...