Front Demokrasi Sumatera Utara Tolak Politik Dinasti dan Neo-Orba

Front Demokrasi Sumatera Utara Tolak Politik Dinasti dan Neo-Orba
Elemen masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam Front Demokrasi Sumatera Utara (FDSU) melakukan aksi di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja XII, Medan, Kamis (7/12). Foto: FDSU

jpnn.com, MEDAN - Elemen masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam Front Demokrasi Sumatera Utara (FDSU) menyuarakan keprihatinan serta menggulirkan aksi untuk melawan politik dinasti dan neo-orde baru (Orba) yang tengah dilakukan penguasa saat ini.

Mereka melakukan aksi di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja XII, Medan, Kamis (7/12).

Massa menyuarakan sikapnya terkait politik dinasti yang terang-terangan dipertontonkan penguasa dengan ditopang oligarki menunggangi neo-orba dengan merusak sistem demokrasi.

"Hari ini kami bergerak, untuk mencegah tangan-tangan kekuasaan mencengkeram hak-hak rakyat untuk menjalankan proses demokrasi secara bersih. Serta tangan-tangan kekuasaan yang digunakan untuk mengintimidasi rakyat yang bersuara," kata koordinator aksi dari FDSU Johny Sitompul dalam keterangannya.

Johny menyatakan rezim hari ini telah menjalankan politik dinasti secara jelas. Penguasa memanfaatkan tangan MK telah melanggengkan dinasti politik itu.

"Kita harus bersatu, lintas generasi harus sama-sama menyuarakan bahwa demokrasi harus ditegakkan, serta politik dinasti dan oligarki harus dihancurkan," tegasnya.

DPP Forum Lintas Agama Saruhum Sinaga dalam orasinya menyatakan saat ini sedang terjadi pengebirian demokrasi dengan adanya politik dinasti yang menyengsarakan rakyat.

"Karena itu, kita masyarakat Sumatera Utara harus menolak politik dinasti. Jangan biarkan politik dinasti melenggang, jangan ada kaum milenial yang teraniaya dengan adanya politik dinasti. Dulu pejuang republik ini menghalau penjajah, maka saat ini tugas kita mengawal demokrasi," tegasnya.

Massa menyuarakan sikapnya terkait politik dinasti yang terang-terangan dipertontonkan penguasa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News