Gara-Gara Tol Cipali, Omset Pedagang Oleh-Oleh di Jalan Nagreg Turun

Gara-Gara Tol Cipali, Omset Pedagang Oleh-Oleh di Jalan Nagreg Turun
Pedagang di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Riana Setiawan

"Hingga saat ini saya coba tetap bertahan untuk menjual oleh-oleh khas Bandung meskipun keuntungan yang tidak pasti," ungkapnya.

Selain itu dia pun berharap kepada pemerintah untuk membuat centra UMKM yang dikelola dengan baik agar para pedagang tidak terus menurus mengalami kerugian yang diakibatkan sepinya pemudik atau wisatawan terutama saat arus mudik tiba.

"Supaya ada bantuan modal dari pemerintah kita kan setiap tahunnya mengalami penurunan omset," harapnya.

Penanggung Jawab Posko Induk Nagreg Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Isnuri winarko, mengatakan volume kendaraan dari H-7 hingga H-7 tahun ini mengalami penurun sebesar 2 persen, pada tahun 2016 sampai H-1 kendaraan yang melintasi Nagreg sebanyak 678.271.

"Sampai H-1 kendaraan yang melintas berkurang hingga 678.271 unit kendaraan," ujarnya.

Dia menyebutkan penurunan volume kendaraan tersebut diakibatkan adanya pengalihan jalur ke arah serta ditambah dengan adanya jalur tol baru di arah utara. Hal tersebut menyebabkan pemudik yang sebelumnya melintasi jalur Nagreg otomatis beralih ke jalur utara.

"Ditambah lagi adanya tol yang menghubungkan langsung ke Pekalongan, pemudik yang biasanya menggunakan jalur selatan beralih ke utara dan untuk jalur Nagreg tetap didominasi pemudik tujuan Tasikmalaya, Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan," tandasnya. (kim)


Pedagang oleh-oleh khas Bandung di sepanjang Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak begitu gembira menyambut Lebaran tahun


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News