Garuk Pengemis Pura-pura Cacat

Garuk Pengemis Pura-pura Cacat
Garuk Pengemis Pura-pura Cacat
Kepada Satpol PP dan dinas tekait lainnya, Dinas Sosial kota Pekanbaru, untuk menindaknya modus pengemis yang menipu warga ini. ‘’Untuk penindakannya harus ada efek jeranya, cari tahu juga siapa dibelakang mereka. Ini jelas ada penggeraknya, ditindak karena mengotori kota,’’ tegasnya.

Dikatakannya juga, kebanyakan dari pengemis itu adalah anak kecil yang seharusnya berada di bangku sekolah. dan Juga orang yang pura-pura buta.  ‘’Kepada warga dihumbai, jika ingin beramal, lihat kondisi. Jangan sampai beramal atau memberikan sedekah itu justru menyebabkan hal yang tidak baik tehadap pengemis itu sendiri. Tentunya dengan membuat para pengemis menjadi malas dan mengemis terus jadinya, padahal dari fisik kita melihatnya sehat,’’ arahannya.

Jika dinas tekait kekurangan anggaran untuk operasionalnya, ajukan ke DPRD. ‘’Soal anggaran yang menjad kendala, bisa ajukan saja, jika ini yang menjadi persoalan yang penting harus jelas penggunaannya,’’ tuturnya lagi.

Dilain pihak, Satpol PP Pekanbaru, menyebutkan untuk penertiban terhadap pengemis yang pura-pura ini sudah sering dilakukan, namun beberapa hari kemudian marak lagi, bahka sudah sempat di inapkan di Kantor Satpol PP untuk memberikan efek jera. Pantauan Riau Pos dilapangan, jam operasional para pengemis yang berpura-pura cacat ini tidak tentu. kadang mereka beraksi pagi, Sore hingga malam hari.

PEKANBARU - Pengemis yang berpura-pura cacat yang beraktifitas di depan lampu merah depan Mal Ska, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kota

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News