Gas Tangguh Idealnya USD 80 / barel

Gas Tangguh Idealnya USD 80 / barel
Gas Tangguh Idealnya USD 80 / barel
JAKARTA- Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pakar management migas Widjajono Partowidagdo mematok harga gas paling relistis pada angka USD 80 per barel. Karena itu, ia berharap tim renegosiasi Gas Tangguh bisa mencapai pada angka tersebut, dalam mengemban misinya ke depan. ''Pada renegosiasi pertama kan sudah menjadi USD 38 per barel. Sedangkan harga minyak dunia saat ini sudah mencapai USD 120 per barel. Jadi untuk harga gas, kita ambil angka tengahnya saja, USD80.''

Menurut dia, jika pemerintah meminta renegosiasi harga gas tangguh dengan tidak menetapkan harga batas atas belum tentu bisa di terima China. Selain itu, China tidak terlalu tergantung terhadap energi dari luar negeri karena China memiliki cadangan batubara yang cukup banyak.

Sehingga jika ingin harga yang realistis yang bisa menjadi jalan tengah untuk kedua belah pihak, dengan harga minyak pada saat renegosiasi I sebesar USD 38 per barel. Sementara saat ini harga minyak sebesar USD 120 per barel. Sehingga angka USD 80 per barel bila diajukan pemerintah merupakan harga tengah yang kemungkinan besar bisa diterima pihak China. (wid)
Berita Selanjutnya:
Bentoel Raih E-Company Award

JAKARTA- Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pakar management migas Widjajono Partowidagdo mematok harga gas paling relistis pada


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News