Gaya Hidup Sehat Kunci Selamat dari Kanker

Gaya Hidup Sehat Kunci Selamat dari Kanker
Dari kiri : dr Ira, dr Lulus Handayani, dan Estiningtyas usai acara peringatan World Cancer Day di Surabaya. FOTO : JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Pertumbuhan penderita penyakit kanker di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Riskesdes tahun 2013, prevalansi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Karena itu, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk terus mengkampanyekan gaya hidup sehat.

Hal itulah yang mendasari Adi Husada Cancer Center (AHCC) dan RS Adi Husada (RSAH) menggelar acara peringatan World Cancer Day yang tepat diperingati kemarin (4/2). Bertempat di ajang car free day Taman Bungkul Surabaya, beragam acara dihelat mulai dari senam bersama, hingga kampanye bahaya kanker menggunakan beragam media. Seperti kaos dan gelang.

Sebagai simbolisasi harapan akan kesembuhan pasien kanker, peringatan kemarin mengambil tema We Can, I Can. ”Harapan untuk sembuh itu tentu ada. Yang terpenting adalah menjaga pola hidup, pola makan, dan pola istirahat,” kata dr Irawati Marga, MARS., QUA., CMA., direktur Rumah Sakit Adi Husada.

Dokter Ira menambahkan, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Karena itu dia meminta semua orang untuk lebih aware terhadap kondisi tubuhnya masing-masing. Deteksi dini sangat dibutuhkan. ”Sehingga ketika ada gejala yang tidak baik bisa segera ditangani,” jelasnya.

Untuk saat ini kanker yang paling banyak diderita menurutnya adalah kanker payudara. Kedua, kanker serviks. Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur Estiningtyas.

Dengan menjaga pola hidup yang baik, tutur Esti, harapan hidup penderita kanker tetap tinggi. ”Pemantauan harus dilakukan rutin,” jelasnya.

Penderita kanker yang berhasil melewati five year survival rate (angka harapan hidup) sebanyak tiga kali atau total 15 tahun, maka bisa dikatakan sel kankernya sudah tidak ada. ”Jadi harus tetap semangat,” ujar Esti yang juga seorang survivor kanker itu.

Berdirinya AHCC di RSAH sendiri menjadi pusat layanan kanker terintegrasi rumah sakit swasta pertama di Indonesia Timur.  (JPNN/pda)


Prevalansi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347.000 orang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News