Gedung Mewah DPR Tidak Bisa Dihentikan

Marzuki: Sudah Bayar Konsultan

Gedung Mewah DPR Tidak Bisa Dihentikan
Gedung Mewah DPR Tidak Bisa Dihentikan
Karena sudah melalui proses, Marzuki  menegaskan, pembangunan gedung baru itu tidak dapat lagi dihentikan. "Konsultannya sudah dibayar, desainnya juga sudah selesai untuk 27 lantai dari 36 yang kita rencanakan," pungkasnya. Langkah DPR itu bisa dibilang nekat karena sejumlah kalangan mengkritik pembangunan gedung yang sangat mahal tersebut di tengah persoalan ekonomi bangsa yang masih membelit.

Pimpinan DPR juga gusar terhadap isu-isu miring yang terus dialamatkan kepada mereka. Terutama, terkait dengan isu rencana pembangunan spa, kolam renang, dan fasilitas pijat dalam rencana pembangunan. Taufik Kurniawan, wakil ketua DPR yang berasal dari Fraksi PAN, meminta Badan Kehormatan DPR turun tangan mengusut penyebar isu yang dianggap menyesatkan tersebut. "Saya minta diusut tuntas, ada agenda apa dan siapa yang menyebarkan isu itu, kami telah dibuat kaget dengan isu-isu tersebut," tegas Taufik di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (2/9).

Dia menyatakan, sebenarnya bisa memahami reaksi masyarakat yang kemudian jadi marah itu. "Tapi, juga harus diketahui bahwa jajaran pimpinan juga marah kalau ada yang coba-coba memfitnah pimpinan DPR dan lembaga ini," imbuh Sekjen DPP PAN itu.

Sebab, menurut dia, fitnah tersebut berdampak sangat luar biasa. Opini masyarakat terus terarahkan kepada hanya hal negatif dari DPR. "Kami ini (jajaran pimpinan, Red) susah payah membangun dan berusaha memperbaiki citra DPR, namun dirusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti penyebar isu itu," keluhnya.

JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mulai gusar terhadap rencana pembangunan gedung baru dewan yang  belakangan "menjadi berantakan".

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News