Gedung Tinggi di Jakarta Sebaiknya Memiliki Helipad

Gedung Tinggi di Jakarta Sebaiknya Memiliki Helipad
Helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) tipe EC 725. Foto: Ist Ilustrasi by:


Selain untuk kepentingan darurat dan keselamatan, keberadaan helipad menjadi penting bagi para pebisnis yang sering menggunakan helikopter sebagai transportasi alternatif untuk menyiasati tingkat kemacetan yang kian parah di ibu kota.

Tak hanya itu, pengelola gedung juga bisa mengoptimalisasi helipad ini sebagai sumber pendapatan yang lain.

Soal kemacetan ini, perusahaan teknologi aplikasi navigasi lalu lintas Waze pada 2015 menempatkan DKI Jakarta di posisi kedua tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia.

Rata-rata pengemudi di Jakarta menghabiskan waktu selama 42,1 menit ketika bepergian dari rumah menuju kantor.

Angka ini hanya berbeda tipis dengan Kota Manila, Filipina yang menempati urutan pertama.

Rata-rata pengemudi di Manila menghabiskan waktu bepergian dari rumah menuju kantor selama 45,5 menit.

Penilaian ini tidak terlepas dari masalah polusi, kemacetan, kualitas jalan yang buruk, lahan parkir, serta harga bahan bakar minyak yang dinilai mahal oleh masyarakat.

Menurut Waze, buruknya infrastruktur di Jakarta dirasakan juga oleh para pebisnis lokal maupun asing saat berkunjung ke kota ini.

Pemerintah telah menetapkan aturan standar dan keselamatan gedung tinggi sebagai pencegahan terhadap ancaman darurat, semisal kebakaran.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News