Gelar Lomba Tembak, Irjen Iqbal Kaget, Kemampuan Jurnalis Menyamai Polisi

Gelar Lomba Tembak, Irjen Iqbal Kaget, Kemampuan Jurnalis Menyamai Polisi
Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal menggelar acara lomba tembak bersama awak media sebagai peringatan Hari Ke-76 Bhayangkar di lapangan tembak Satuan Brimob Polda Riau pada Sabtu (11/6). Foto: Bid Humas Polda Riau

jpnn.com, RIAU - Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal merasa terkejut dengan kemampuan awak media dalam menembakkan senjata api.

Hal itu disampaikan Iqbal dalam acara lomba tembak bersama awak media sebagai peringatan Hari Ke-76 Bhayangkara.

Acara lomba diikuti para pemimpin redaksi dan jurnalis yang digelar di lapangan tembak Satuan Brimob Polda Riau pada Sabtu (11/6).

Irjen Iqbal mengatakan menembak bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran, konsentrasi dan fokus. Namun dia meyakini jika terus berlatih, maka tidak dipungkiri akan meraih hasil yang baik dan maksimal.

"Saya senang teman-teman jurnalis sangat luar biasa, karena menembak ini tidak sederhana, membutuhkan fokus, harus sabar dan konsentrasi, sehingga tidak sedikit teman-teman yang (nilainya, red) di atas 70 bahkan 80, ini melebihi polisi, padahal baru pertama latihan. Saya kira kalau misalnya latihan terus bisa melebihi kami semua, silakan nanti kalau mau gunakan fasilitas, kita menembak fun game seperti ini untuk jiwa kebersamaan, kita dedikasikan untuk Riau," kata Iqbal.

Kapolda Riau juga menyampaikan rasa syukurnya karena pandemi Covid-19 sudah landai, sehingga dapat melaksanakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara dengan protokol kesehatan.

“Antara polisi dan media yang diibaratkan antara air dan ikan, yakni saling membutuhkan. Saya mengapresiasi kepada media, karena soliditas, partisipasi, dan kerja sama yang ditunjukkan dengan maksimal,” ujar Irjen Iqbal.

Dalam lomba yang dibagi dua kategori tersebut, juara kategori Pemred, yakni pertama Anto Badai (Ketua IJTI) dengan skor 75, kedua Del Fadilah (Kepala Biro Kompas TV) skor 74, dan ketiga Firman Agus (Pimred Riau Pos) skor 47.

Irjen Mohammad Iqbal merasakan beberapa kemampuan menembak awak media melebihi polisi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News