Gelar Pertemuan, Jepang dan Taiwan Tegaskan Tidak Takut China

Gelar Pertemuan, Jepang dan Taiwan Tegaskan Tidak Takut China
Bendera Taiwan. Foto: Reuters

jpnn.com, TOKYO - Partai-partai yang berkuasa di Taiwan dan Jepang membahas cara menangani tantangan yang meningkat dari China serta kemungkinan untuk kerja sama militer.

Pembahasan itu dilakukan selama pertemuan virtual yang dikecam Beijing sebagai penghinaan terhadap kedaulatan China.

Walaupun Taiwan yang diklaim China dan Jepang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, mereka memiliki hubungan tidak resmi yang dekat. Keduanya berbagi keprihatinan tentang China, terutama soal peningkatan aktivitas militer China di dekat wilayah Jepang dan Taiwan.

Pembicaraan, yang dihadiri oleh dua anggota parlemen senior masing-masing dari Partai Progresif Demokratik Taiwan (DPP) dan Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP), berlangsung secara daring selama setengah jam lebih lama dari yang semula direncanakan hanya satu jam.

Lo Chih-cheng dan Tsai Shih-ying dari DPP mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada bidang-bidang termasuk produksi semikonduktor, kegiatan militer terdekat China dan kemungkinan kerja sama antara Taiwan, Jepang dan Amerika Serikat.

"Dari perspektif tertentu, pembicaraan hari ini mewakili upaya kedua pemerintah untuk meningkatkan hubungan," kata Lo.

"Lebih penting lagi, bahkan jika kedua belah pihak menghadapi kemungkinan tekanan dari China, kedua belah pihak dapat berjanji untuk menyatakan kesediaan mereka yang kuat dan berharap bahwa dialog semacam itu akan berlanjut," ujarnya.

Tsai mengatakan soal kerja sama militer juga dibahas dalam pertemuan daring itu, tetapi karena isunya sangat sensitif, dia tidak dapat mengungkapkan secara rinci. Kemungkinan kerja sama untuk Penjaga Pantai di kedua belah pihak juga dibahas, katanya.

Pertemuan virtual antara China dan Jepang itu dikecam Beijing sebagai penghinaan terhadap kedaulatan China.

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News