Gemetaran saat Mengucap Syahadat, Merinding

Gemetaran saat Mengucap Syahadat, Merinding
Becayo dari Suku Anak Dalam yang mendapat giliran pertama mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun langsung oleh Walikota Jambi Sy Fasha. Foto: M Ridwan/Jambi Ekspres/JPNN.com

Warga SAD memang sudah dua malam yang lalu berada di Jambi, dijemput oleh tim yang sudah dibentuk dari Kota Jambi dan difasilitasi menginap di asrama haji.

Para warga SAD, satu per satu akhirnya dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Becayo menjadi SAD yang pertama mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun langsung oleh Walikota Jambi Sy Fasha.

Sempat diulang dua kali, namun akhirnya dengan napas lega Becayo sukses mengucapkan syahadatain. Dengan menjadi uamat Islam, nama Becayo pun langsung diganti menjadi Muhammad Nur yang artinyanya cahaya Nabi Muhammad.

Saat detik-detik mengucapkan ikrar dua Kalimah syahadat tersebut Becayo mengaku sempat merasa cemas dan gemetaran. Namun setalah ikrar berlangsung sukses, ayah 5 anak tersebut mengaku lega dan menjadi merinding.

“Ado raso cemas, gemetar. Setelah mengucapkan itu merinding,” Kata Becayo dengan nada khas warga SAD.

Kepada Jambi Ekspres (Jawa Pos Group) Becayo mengaku, untuk memeluk agama Islam memang sudah menjadi keinginannya sejak lama.

Selain itu ia mengaku memikirkan kepentingan sang anak. Sebab mereka sadar, jika anak-anaknya hendak bersekolah, harus mempunyai data administrasi kependudukan yang jelas.

Sebanyak 404 warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berasal dari Bukit 12 Provinsi Jambi berkeinginan memeluk agama Islam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News