Gencatan Jalan, Syria Mulai Tenang

Belum Tarik Semua Pasukan, Assad Malah Tangkapi Warga-Oposan

Gencatan Jalan, Syria Mulai Tenang
Gencatan Jalan, Syria Mulai Tenang
Secara terpisah, aktivis Local Coordination Committees (LCC) melaporkan fakta berbeda. Menurut para aktivis dari kelompok oposisi itu, tentara pemerintah tetap menangkapi warga dan oposan  di Maadamiyah, pinggiran Damaskus. Aksi main hakim sendiri itu dilakukan beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata. Penangkapan itu memantik aksi protes oposisi di beberapa universitas di pinggiran ibu kota.

Beberapa kalangan menuntut agar Assad segera menarik seluruh pasukannya dari pos-pos pemeriksaan. Bukan itu saja, Annan malah mendesak presiden 46 tahun tersebut membersihkan wilayah permukiman warga dari militer. Termasuk, tank dan kendaraan lapis baja. Mantan sekjen PBB itu minta agar Assad segera memerintahkan seluruh pasukannya kembali ke barak.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Ahmet Davutoglu melontarkan imbauan yang sama. "Rezim (Assad) harus segera menarik pasukannya. Membiarkan penduduk kota tegang karena kehadiran militer bukanlah tindakan yang bijak," kritiknya. Dia juga mengimbau pasukan Assad tak berbuat bodoh lagi dengan memantik konflik di perbatasan. Jika itu terjadi, Turki tak akan segan minta bantuan NATO.

Sementara itu, oposisi Syria yang kecewa karena Assad mengingkari komitmennya untuk menarik seluruh pasukan dari garis depan kembali merencanakan aksi unjuk rasa. "Besok (hari ini, Red), seperti hari Jumat biasanya, warga Syria akan kembali menggelar unjuk rasa dengan skala lebih besar. Kami menuntut rezim bertanggung jawab atas perbuatannya," papar Burhan Ghalioun, pimpinan Syrian National Council (SNC), koalisi oposisi Syria.

DAMASKUS - Sesuai proposal damai Utusan Khusus PBB Kofi Annan, gencatan senjata mulai berlaku di Syria kemarin (12/4). Hanya, meski pasukan pemerintah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News