Gilang Endi Meninggal, Konon Ada Tradisi Pengambilan Senjata saat Diklatsar Menwa

Gilang Endi Meninggal, Konon Ada Tradisi Pengambilan Senjata saat Diklatsar Menwa
Rundown Kegiatan Pra Gladi Patria XXXVI Korps Siaga Mahasiswa alias Menwa UNS Surakarta berdasarkan unggahan akun IG @bemfkipuns. Foto: Screenshot laman akun @bemfkipuns.

jpnn.com, SOLO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengungkap rangkaian kegiatan Diklatsar) Pra Galdi Patria (PGP) XXXVI Korps Mahasiswa Siaga atau Resimen Mahasiswa (Menwa) di kampus itu.

Pada kegiatan yang berlangsung Oktober lalu itu, seorang anggota Menwa UNS bernama Gilang Endi Saputra meninggal dunia. Versi polisi, mahasiswa itu kehilangan nyawa akibat tindak kekerasan.

Rangkaian kegiatan Diklatsar Menwa itu diungkap oleh akun resmi BEM FKIP UNS @bemfkipuns di Instagram beberapa hari lalu. Unggahan itu disertai tulisan 'Kegiatan Pra Gladi Patria XXXVI Apa Aja Sih Agendanya?'

Masih dalam unggahan tersebut, terpampang pula foto 5 anggota Menwa UNS dengan garis merah menutupi wajah kelima orang tersebut.

Berikut susunan kegiatan Diklatsar Menwa UNS yang berujung kematian Gilang Endi, mahasiswa D4 Fakultas Sekolah Vokasi (SV) Prodi K3:

Pra Gladi Patria XXXVI tahun 2021 dimulai, Sabtu (23/10) pagi pukul 06.00 di jalan depan Podium Pembinaan Jasmani (Binjas). Agendanya adalah penyambutan kedatangan siswa.

Pukul 06.45, lokasi acara berpindah ke halaman Markas Menwa untuk melaksanakan kegiatan pengondisian hingga pengecekan kesehatan.

Selang 30 menit, agendanya dilanjutkan dengan tradisi pembagian helm di halaman BAAPSI.

BEM FKIP UNS mengungkapada tradisi pengambilan senjata dalam Diklatsar Menwa sebelum Gilang Endi meninggal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News