Giliran Massa Polisi Berunjuk Rasa, Kompak Melemparkan Borgol ke Tanah

Giliran Massa Polisi Berunjuk Rasa, Kompak Melemparkan Borgol ke Tanah
Polisi pasukan khusus Prancis mengamankan wilayah lokasi terjadinya baku tembak di Saint-Denis, dekat Paris, Perancis, Rabu (18/11). Ilustrasi Foto: REUTERS/Christian Hartmann

Unjuk rasa tersebut digelar setelah adanya pertemuan antara serikat polisi dengan Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner. Pertemuan itu bertujuan meredakan kemarahan polisi.

Perwakilan dari serikat anggota kepolisian menyampaikan teknik mencekik dapat menyelamatkan nyawa.

Teknik itu merupakan cara yang akan dilakukan aparat sebelum alternatif lain ditemukan, kata Fabien Vanhemelryck dari Aliansi Polisi Nasional setelah menghadiri pertemuan.

"Hal kedua yang kami sampaikan (ke menteri, red) agar ia berhenti menggunakan alasan perdamaian di masyarakat ... karena itu hanya menenangkan sebagian populasi tetapi mengorbankan para polisi," kata Vanhemelryck ke awak media.

"Kepolisian tidak bertanggung jawab atas seluruh kejahatan di masyarakat," ujar dia.

Sementara di wilayah pinggiran Paris, Bobigny, pada Kamis (11/6), beberapa anggota polisi berbaris di luar kantor polisi dan melemparkan borgol mereka ke tanah.

Polisi di Lyon, memarkirkan mobil mereka di sekeliling pusat kota, Place Bellecour, dengan menyalakan lampu berwarna biru.

Menurut beberapa pegiat hak asasi manusia, dugaan aksi brutal dan rasis polisi di Prancis kerap tidak diproses hukum.

Polisi Prancis menggelar aksi unjuk rasa menentang larangan mencekik untuk membatasi gerak-gerik tersangka. Ada kaitannya dengan kasus George Floyd.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News