GNR Buktikan Diri Masih Bisa Tampil Menawan

GNR Buktikan Diri Masih Bisa Tampil Menawan
Vokalis sekaligus front man Guns N' Roses, Axl Rose dan gitaris Ron "Bumblefoot" Thal saat menggelar konser di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol, Jakarta Utara, Minggu (16/12). Foto: Angger Bondan/Jawa Pos
Baru setelah memainkan lagu-lagu dari Appetite for Destruction maupun Use Your Illusion I dan II, Axl kembali ke album Chinese Democracy. Better dinyanyikan yang disusul dengan This I love.

Axl tak lupa memperkenalkan para musisi GNR dalam formasi terkini untuk menurunkan tempo. Namun tentu saja sambutan paling meriah diberikan kepada Dizzy Reed, pemain piano yang sudah menjadi Gunner -sebutan bagi personil GNR- sejak dobel album Use Your Illusion.

Setelah diperkenalkan, Dizzy langsung ambil posisi di piano yang ada di tengah panggung. Pemain piano berambut keriting itu langsung bermain solo dengan sebuah grand piano. Pilihan lagu solonya adalah No Quarter milik Led Zeppelin.

Setelah menurunkan tempo, GNR kembali membuat pennon melonjak dengan You Could be Mine, salah satu hits dari Use Your  Illusion II. Penonton kembali bersorak dan berteriak ketika gitaris GNR, DJ Ashba dengan Gibson Les Paul putih bergambar Marilyn Monroe memainkan intro Sweet Child O'Mine. Tiga gitaris GNR, yakni DJ Ashba, Ron "Bumblefoot" Thal dan Richard Fortus bergantian memainkan interlude "lagu kebangsaan" bagi para penggemar GNR itu.   Tuntas dengan Sweet Child O'Mine, Axl yang beberapa kali ganti kostum memberi kesempatan kepada DJ Ashba dan Ron Bumblefoot berkolaborasi memainkan The Wall milik Pink Floyd. Axl pun menimpalinya dengan piano.

Selanjutnya, Axl mulai memainkan solo piano sebagai prolog November Rain, sebuah lagu yang banyak dinanti para cewek penggemar GNR. Dalam lagu ini pula Axl menunjukkan "kharismanya" sebagai penghibur kelas dunia.

Tak hanya teriakan dan mengajak penonton bernyanyi, GNR juga memberi kejutan. Ron tiba-tiba memainkan lagu Indonesia Raya. Sontak suara koor pun menggema.  Ternyata Indonesia Raya itu menjadi prolog sebelum GNR memainkan Don't Cry.

Kelar dengan lagu sentimentil, GNR menyuguhkan Civil War. Lagu tentang peperangan itu disambung dengan lagu perdamaian berjudul Knockin' on Heaven's Door. GNR mengajak penonton bergoyang karena menyelipkan irama reggae di tengah-tengah lagu karya Bob Dylan itu.

Saat lagu ini pula Axl mempertontonkan kebiasannya berlarian di panggung. Lebar panggung seolah memang tak cukup bagi Axl untuk berlarian seperti yang dilakukannya dalam video-video klip GNR pada era 1990-an.

GUNS N ROSES (GNR) memenuhi janjinya untuk memberi suguhan menawan kepada para penggemarnya di Indonesia. Ribuan pengemar GNR yang memenuhi Mata

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News