GSP Suarakan Pilpres 2024 Sekali Putaran: Qodari: Hemat Waktu, Biaya dan Lebih Damai

GSP Suarakan Pilpres 2024 Sekali Putaran: Qodari: Hemat Waktu, Biaya dan Lebih Damai
Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M Qodari sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Foto: Ricardo/JPNN.com

Qodari menjelaskan dengan menyelesaikan pemilihan dalam sekali putaran, anggaran ini dapat dikembalikan ke kas negara, dapat digunakan untuk kepentingan rakyat, atau dialokasikan untuk program pemerintah lainnya seperti subsidi pupuk, subsidi rumah, subsidi transisi energi hijau, dan bantuan pangan dan tunai yang bersifat ad hoc, atau dialokasikan untuk APBN tahun berikutnya.

Terakhir, lanjut Qodari menilai Pilpres sekali putaran akan lebih damai dibandingkan dengan dua putaran.

Sebab potensi polarisasi ekstrem seperti yang terjadi di Pilpres 2014, 2019 dan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 dapat dihindari.

“Pilpres sekali putaran lebih damai karena polarisasi ekstrim seperti Pilpres 2014 dan 2019 serta Pilkada Jakarta 2017 berpotensi lahir kembali pada putaran kedua di saat paslon yang bertarung tinggal 2. Polarisasi ekstrim pada saat ini belum terlalu muncul karena paslon masih ada 3,” urainya.

Namun, dia mengatakan kondisi akan berubah cepat pada putaran kedua karena akan tercipta kondisi head to head, zero sum game di antara dua kandidat tersisa. Isu-isu primordial seperti ras dan agama akan muncul dan menimbulkan ketegangan yang bahkan mungkin lebih buruk dibanding pilpres 2014 dan 2019,” ujar Qodari.

Kondisi objektif saat ini, kata Qodari, menunjukkan bahwa paslon Prabowo-Gibran menjadi kandidat dengan dukungan suara tertinggi, mencapai 45% menurut beberapa lembaga survei pada awal Desember 2023.

Hanya diperlukan tambahan suara sekitar 6-7 persen agar tercapai kondisi Pilpres sekali putaran pada 14 Februari 2024.

Dengan dukungan para pendukung Jokowi di seluruh Indonesia, GSP optimistis bahwa target ini adalah suatu hal yang realistis dan dapat dicapai.

Ketum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M Qodari menyampaikan dukungannya terhadap ide Pilpres 2024 sekali putaran karena menghemat waktu, biaya dan lebih damai.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News