Guru Beserdik Tak Linier Mendominasi Formasi PPPK & Afirmasi Penuh, Honorer K2 Protes

Guru Beserdik Tak Linier Mendominasi Formasi PPPK & Afirmasi Penuh, Honorer K2 Protes
Pengurus PHK2I Kabupaten Garut Dudi Abdullah bersama Sesditjen GTK Kemendikbudristek Nunuk Suryani saat audiensi beberapa waktu lalu. Foto dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Guru swasta besertifikat pendidik (beserdik) mendominasi formasi PPPK tahap 2.

Namun, banyak guru honorer protes karena ternyata serdik guru swasta tidak linier dengan jabatan yang dilamar.

Dudi Abdullah, pengurus Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Garut mengungkapkan, keberadaan guru beserdik yang tidak linier itu cukup banyak. Contohnya di Garut, mereka menguasai formasi jabatan yang tersedia di SD negeri.

"Ini kok guru swasta beserdik tidak linier bisa mendapatkan afirmasi penuh, ya? Nilai kompetensi teknisnya 500 poin," kata Dudi kepada JPNN.com, Senin (27/12).

Sebagai contoh, lanjutnya, guru mata pelajaran (mapel) IPS sertifikasi mendaftar ke formasi SD. Afirmasi kompetensi teknis diberikan 500 poin.

Memang, kata Dudi, serdik IPS satu rumpun secara mapel, tetapi kepemilikan sertifikat tidak linier dengan jabatan yang dilamar. Ini berbenturan dengan PermenPAN-RB 28 Tahun 2021 Pasal 29 Ayat 2a.

Yang membuat Dudi heran, pemilik serdik guru kelas tidak bisa mendaftar ke SMP atau SMA/SMK untuk jabatan guru kelas.

"Bukankah guru beserdik linier dengan jabatan yang dilamar itu. Kan lucu serdik mapel IPS melamarnya guru kelas. Guru kelas SD melamar guru kelas di SMP, SMA/SMK enggak bisa," tanya Dudi heran.

Pengurus honorer K2 protes keras atas kebijakan Kemendikbudristek soal afirmasi bagi guru beserdik yang tidak linier dalam formasi PPPK 2021.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News