Guru Sebut Dante Tak Percaya Diri Saat Berenang

Guru Sebut Dante Tak Percaya Diri Saat Berenang
Kasus kematian Dante: Tamara Tyasmara bersama kuasa hukumnya Sandi Arifin saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (5/2/2024). Foto: ANTARA/Ilham Kausar

"Anak seumuran Dante itu pasti saat mau berenang dan itu bukan sama orang tuanya pasti ngerasa cemas," tutur Wani.

"Jadi, saya enggak bisa bicara spesifik Dante takut atau bagaimana, tetapi normal saja reaksinya seperti anak-anak di awal-awal ketika berenang tidak sama orang tua yang mendampingi ketika berenang," sambungnya.

Meski begitu, dia mengatakan, Dante memiliki progres saat praktik berenang di sekolah.

"Semua proses, dari awal kita ajarin juga. Dari awal (tidak percaya diri), tetapi berproses," kata Wani Siregar.

Namun, pada awal 2024, mendiang Dante beberapa kali tidak masuk sekolah bertepatan dengan kegiatan renang.

Wani menyebut, Dante absen sekolah dengan alasan sakit atau pun pergi.

"Akhir-akhir ini awal tahun ajaran bertepatan dengan schedule berenang dia jarang masuk. Biasanya kalau enggak lagi pergi ya sakit," ucap Wani Siregar. (mcr7/jpnn)

Ketua Yayasan Parent Relationship Janitra Bina Manusa School Wani Siregar memberikan keterangan sebagai saksi atas kasus kematian Dante di Polda Metro Jaya.


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Firda Junita

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News