Gus Jazil: Perlu Kebijakan Baru Manajemen Pemasyarakatan

Gus Jazil: Perlu Kebijakan Baru Manajemen Pemasyarakatan
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Foto: Humas MPR RI

Anggota Komisi III DPR itu menambahkan bahwa kekurangan anggaran tidak hanya terjadi di lapas saja, tetapi di  berbagai kementerian dan lembaga lainnya, terlebih lagi negara sedang mengalami krisis akibat pandemi Covid-19. 

“Perlu ada kebijakan baru di bidang pemasyarakatan setelah melihat lapas di mana-mana mengalami over capacity, apalagi lapas narkoba. Usul saya, pemerintah dan kita semua harus memikirkan konsep baru pemasyarakan,” urainya. 

Menurut Gus Jazil, kalau berbicara soal kekurangan anggaran maka di tengah kondisi negara yang sedang mengalami krisis, pendekatan anggaran akan sulit menemukan solusinya. 

“Lapas narkoba di mana-mana overload, belum lagi sekarang ada Undang-Undang ITE maka jumlah narapidana akan makin bertambah terus. Kalau pendekatannya masih sama seperti sekarang maka tidak akan terselesaikan,” kata Guz Jazil. 

Nah, kata dia, di sinilah  membutuhkan peran semua untuk mengubah desain dan pembinaan kepada warga binaan. Menurutnya, selama hal ini ini belum dilakukan maka persoalannya akan sama terus dan berulang. “Problem-nya juga akan sama yakni anggaran, SDM, dan lain-lain,” kata wakil ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

Menurut Gus Jazil, karena sekarang pemerintah dan DPR tengah membahas RUU tentang Perubahan Atas UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, maka diperlukan ide-ide segar sebagai masukan. 

Sehingga, kata dia, ada model baru yang lebih tepat dalam menangani persoalan kemasyarakatan. 

“Jadi, solusinya bukan semata-mata soal anggaran meskipun anggaran memang diperlukan, atau soal kekurangan SDM di lapas, tetapi bagaimana ada pendekatan baru dalam penanganan persoalan kemasyarakatan,” katanya. (boy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan perlu ada grand design dan pola pendekatan baru dalam penanganan warga binaan di lembaga pemasyarakatan. 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News