Gus Jazil: Santri Harus Berani Tampil, Tak Boleh Minder

Gus Jazil: Santri Harus Berani Tampil, Tak Boleh Minder
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah,Selasa (3/11). Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta para santri untuk berani tampil ke pentas nasional dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab, para santri merupakan calon pemimpin di masa depan.

"Para santri dulu telah berbuat banyak untuk memerdekakan Indonesia. Kini saatnya para santri mengisi kemerdekaan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Jazilul Fawaid dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Pesantren Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah, NTB, Selasa (3/11).

Pada acara sosialisasi kerja sama MPR dengan Lembaga Pemuda Nusantara yang dihadiri Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badruddin, Jazilul teringat masa-masa dia menjadi santri di Jawa Timur.

"Dulu ketika saya masih menjadi santri tidak ada bayangan menjadi wakil ketua MPR. Sekarang saya bangga berada di sini, di depan para calon pemimpin bangsa," ucap Gus Jazil -panggilan Jazilul Fawaid.

Dia mendorong agar para santri menguasai teknologi selain ilmu yang dipelajari di pondok pesantren.

"Kalau membaca kitab kuning, akidah, para santri sudah mahir. Tetapi ilmu pengetahuan dan teknologi harus juga dikuasai anak-anak pesantren. Dulu ada BJ Habibie dari keluarga santri bisa membuat pesawat terbang," katanya memberikan contoh.

Karena itu, Gus Jazil mendorong para santri untuk berani tampil dan menunjukkan prestasinya.

"Makanya untuk mengisi kemerdekaan ini para santri harus tampil ke depan. Tidak perlu minder. Biasanya anak-anak pesantren sering minder dan tidak percaya diri," katanya.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News