Gus Muhdlor Minta Pembangunan Gedung 8 Lantai Ratusan Miliar di Sidoarjo Ditangguhkan

Gus Muhdlor Minta Pembangunan Gedung 8 Lantai Ratusan Miliar di Sidoarjo Ditangguhkan
Ahmad Muhdlor Ali. Foto: source for JPNN

”Pembangunan rumah sakit Sidoarjo Barat lebih urgen. Masyarakat wilayah Barat sangat membutuhkan rumah sakit, sementara ini untuk berobat ke RSUD Sidoarjo terlalu jauh, kasihan orang sakit kelamaan di jalan. Jadi, kalau rumah sakit wilayah barat saya malah mendukung untuk dipercepat,” katanya.

Gus Muhdlor menegaskan, masa pandemi membuat kapasitas fiskal daerah terbatas.

Selain karena PAD menurun lantaran aktivitas ekonomi juga susut, hal itu juga karena aliran dana dari pusat berkurang. Sehingga, daerah harus benar-benar cermat menggunakan anggaran.

”APBD harus benar-benar digunakan untuk aktivitas yang langsung menggerakkan ekonomi rakyat, perkuat concern pada infrastruktur yang sifatnya publik dan bisa generate ekonomi secara langsung ke rakyat. Itu jauh lebih penting,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo merencanakan pembangunan gedung delapan lantai dengan skema penganggaran tahun jamak (multiyear) selama 2020-2023.

Tahun 2020 tahap perencanaan, anggarannya Rp 4,75 miliar. Lalu pada 2021 tahap struktur pembangunan dengan anggaran Rp 120 miliar, dan 2022 sebesar Rp 120 miliar, serta tahun 2023 sebesar Rp 60 miliar. Gedung itu diharapkan bisa mempercepat layanan kepada masyarakat.

Gus Muhdlor menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Sidoarjo untuk menyinkronkan program kerja.

”Insyaallah, dengan komunikasi yang baik, serta didukung ASN berinovasi, ke depan Pemkab Sidoarjo akan bekerja lebih cepat, lebih responsif, lebih akuntabel, dan yang terpenting programnya bisa membantu rakyat,” pungkas alumnus Unair tersebut. (*/adk/jpnn)

Gus Muhdlor menilai masih banyak hal lebih urgen yang harus dilakukan di tengah pandemi Covid-19.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News