Hanya Berselang 4 Hari, 2 Anak Rusa Timor Lahir Secara Alami

Hanya Berselang 4 Hari, 2 Anak Rusa Timor Lahir Secara Alami
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Foto: klhk

Berdasarkan keterangan peneliti Pusat Litbang Hutan KLHK, Mariana Takandjandji, interval kelahiran generasi pertama dan kedua berselang sebelas bulan karena lama bunting pada rusa 8,38 bulan.

"Kebuntingan mulai terjadi pada pertengahan bulan Juli dan umur anak pertama telah mencapai ±4,0 bulan. Umumnya rusa disapih pada umur 4,0 bulan," tuturnya.

Mariana mengatakan, rusa yang berada di penangkaran umumnya melahirkan pada sore hari menjelang malam, sesuai dengan sifat alaminya yang nokturnal atau aktif di malam hari.

"Hasil perhitungan tercatat bahwa yang lahir pada pagi hari sekitar 11,6 persen, siang hari sebesar 32,56 persen dan sore menjelang malam sebesar 55,8 persen," katanya.

Selain di Kampus Gunung Batu, BLI juga memiliki Pusat Penangkaran Rusa Timor di Hutan Penelitian (HP) Dramaga, Bogor yang dibangun tahun 2008. Awalnya, populasi rusa timor di penangkaran seluas 7,0 Ha ini berjumlah sembilan ekor saja, terdiri dari lima jantan dewasa dan empat betina yang diperoleh dari hasil penangkaran di Haurbentes, Jasinga; Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, dan Taman Safari Indonesia.

Saat ini, rusa timor yang berhasil ditangkarkan mencapai lebih dari 50 ekor. Puslitbang Hutan telah berhasil menangkarkan rusa timor sampai keturunan ke-2 (F2). Keberhasilan penangkaran rusa timor di HP Dramaga ini juga mendorong lembaga lain untuk menerapkan teknologi penangkaran rusa timor yang dilakukan oleh BLI.

Teknologi ini sudah diaplikasikan pula di Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur NTT, Tahura Sultan Adam Kalimantan Selatan, dan Taman Buru Masigit Kareumbi Jawa Barat. (adv/jpnn)


Dua anak Rusa Timor lahir dalam keadaan sehat. Satu berjenis kelamin betina, satu lagi masih belum bisa diidentifikasi.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News