Hari Garang Ancam Bunuh Nenek, Pria Bertato Itu Menangis dan Gemetaran Saat Diinterogasi Polisi, Lihat

Hari Garang Ancam Bunuh Nenek, Pria Bertato Itu Menangis dan Gemetaran Saat Diinterogasi Polisi, Lihat
Hari, 20, pelaku saat diamankan di Mapolda Sumsel, Rabu (19/5). Foto: dian/palpos.id

jpnn.com, PALEMBANG - Hari, 20, warga Kelurahan Pipareja, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumsel, tega menyakiti dan mengancam membunuh Wati, 60, nenek kandungnya sendiri.

Tidak hanya melakukan pengancaman, tersangka juga melakukan pencurian di salah satu rumah warga di daerah Sukabangun, Kecamatan Sukarami.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, cucu durhaka tersebut diamankan Tim Opsnal Unit I Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Sumsel.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christoper Solohot Panjaitan, membenarkan adanya penangkapan tersebut oleh pihaknya.

“Benar. Tersangka sudah diamankan. Dia diamankan di rumahnya saat sedang menggendong anaknya, Rabu (19/5), sekitar pukul 10.30 WIB,” ungkapnya.

Sementara, pria bertato di tangan ini, justru menangis dan gemetaran saat diinterogasi polisi mengenai alasan dia mengancam membunuh neneknya.

“Waktu itu saya mau beli rokok dan ingin minta uang ke nenek Rp5 ribu. Namun, dia hanya memberikan saya Rp3 ribu. Sehingga saya ancam dengan pisau,” ungkap Hari, Rabu (19/5).

Sementara, untuk kasus pencurian burung, pelaku mengaku saat itu sedang bermain warnet, kemudian oleh temannya Sadam (buron) diajak untuk mencuri burung.

Hari, 20, warga Kelurahan Pipareja, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumsel, tega menyakiti dan mengancam membunuh Wati, 60, nenek kandungnya sendiri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News