Hasil Bumi Aceh Ini Sudah Langka, tetapi China Sangat Menginginkannya

Hasil Bumi Aceh Ini Sudah Langka, tetapi China Sangat Menginginkannya
Petani memisahkan buah jernang yang dipanen di perkebunan Jabal Antara, Aceh Utara, Aceh, Rabu (10/3/2021). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad/rwa.

jpnn.com, JAKARTA - Buah jernang dari Provinsi Aceh menjadi bahan baku obat herbal yang menjadi incaran di China.

"Bahan bakunya hanya bisa didapat dari Aceh," kata CEO Chawun Group, Lin Ming, kepada ANTARA di Fuzhou, China, Jumat (14/1).

"Sebenarnya yang kami perlukan kulitnya saja. Itulah kenapa hasil produksinya sangat sedikit. Belum lagi buah jernang di Aceh tergolong langka," ujarnya.

Chawu, perusahaan yang berkantor pusat di Fuzhou, Ibu Kota Provinsi Fujian, merupakan satu-satunya perusahaan di China yang memproduksi obat-obatan tradisional berbahan baku tanaman rotan jernang itu.

Perusahaan tersebut juga mendirikan perwakilan di Indonesia dengan nama PT Chasun Indonesia Holding Group, yang bergerak di bidang perdagangan dan perikanan.

"Kalau soal jernang, kami mempelajarinya dari nenek moyang," ujar Lin.

Dari situlah dia mengetahui bahwa buah jernang adanya di Aceh.

Dalam satu tahun, dia bisa mengimpor puluhan kontainer jernang dari Aceh.

Perusahaan di China sangat menginginkan hasil bumi Aceh yang jumlahnya terbilang langka ini, bagaimanakah Indonesia menyikapinya?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News