Heboh Pria Pakai Pelat Polisi Palsu Mengamuk Sambil Tenteng Pistol, Ini Analisis Reza

Heboh Pria Pakai Pelat Polisi Palsu Mengamuk Sambil Tenteng Pistol, Ini Analisis Reza
Reza Indragiri. Ilustrasi Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

"Faktor internal: stres, kendali emosi yang buruk, minimnya pemahaman etika berkendara, bahkan bisa pula pengaruh miras dan narkoba," tuturnya.

Namun supaya utuh, katanya, jangan abaikan situasi kemacetan, suhu panas, pengendara lain yang ugal-ugalan, dan lainnya.

Alhasil, untuk mengatasi road rage, tidak cukup intervensi terhadap pelaku. Baik intervensi hukum, sanksi sosial, dan penanganan psikoedukatif.

"Polri juga dituntut lebih efektif dalam mengendalikan kemacetan," kata pria yang pernah mengajar di PTIK/STIK itu.

Selain itu, dia juga meminta Plt. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono harus serius melanjutkan program Anies Baswedan saat memimpin ibu kota yang dinilai sangat berorientasi pada pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna kendaraan umum.

"Jangan bikin program yang malah membuat mundur kerapian Jakarta. Sistem ETLE dimaksimalkan," kata Reza.

Dengan demikian, Reza menyebut perbuatan si pelaku road rage memang tidak bisa dibenarkan. Akan tetapi, kalau mau jujur, sekian banyak otoritas tampaknya turut berkontribusi bagi bermunculannya para pengemudi sumbu pendek.(fat/jpnn)


Beginilah analisis Reza Indragiri soal aksi pengendara pakai pelat polisi palsu yang mengamuk sambil tenteng pistol di Tol Dalam Kota.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News