Hilang 2 Hari, Pelajar di Bekasi Ditemukan Tak Bernyawa, Innalillahi

Hilang 2 Hari, Pelajar di Bekasi Ditemukan Tak Bernyawa, Innalillahi
Petugas gabungan menemukan korban menyangkut di sampah sekitar tujuh kilometer dari lokasi awal korban tenggelam di di Kali Antir Kampung Sasak Antir RT 15/7 Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Bekasi, Jumat. Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Nahasnya kondisi sungai saat itu relatif deras dan korban yang tidak bisa berenang akhirnya hanyut terbawa arus. Melihat korban tenggelam, ketiga rekannya panik. Mereka mencoba menolong korban namun derasnya aliran sungai membuat rekan korban tidak dapat menolong korban.

Selanjutnya mereka meminta pertolongan warga dan diteruskan oleh warga kepada petugas kepolisian dan BPBD Kabupaten Bekasi. Petugas yang mendapatkan laporan langsung terjun ke lokasi mencari keberadaan korban.

"Anggota kepolisian, TNI, dan Tim Unit Reaksi Cepat Satgas BPBD langsung diterjunkan mencari keberadaan korban dengan menyisir tepian sungai menggunakan perahu karet," kata Shodirin.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan setelah melakukan pencarian selama dua hari korban akhirnya berhasil ditemukan menyangkut di sampah sekitar tujuh kilometer dari lokasi tenggelam.

"Pencarian sempat terkendala cuaca, namun akhirnya berhasil ditemukan tadi pagi," katanya.

Henri mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem terlebih saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan yang juga dapat berpotensi mendatangkan musibah banjir.

"Saya minta warga untuk lebih waspada, kondisi hujan membuat debit air sungai meninggi, aliran sungai menjadi deras dan sangat berbahaya," katanya. (antara/jpnn)

Jenazah Daud, pelajar SMK di Bekasi yang meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News